Peralihan Fungsi Kampus


Kampus….. Ya!! Tempat yang sejatinya adalah sebagai “lahan ” untuk menuntut ilmu, kini sudah tak bekerja selayaknya fungsi utama ketika didirikan. Mengapa bisa begitu ??!!! Beragam penyebabnya.

Perubahan “kodrat” atau kami lebih senang menyebutnya “peralihan fungsi kampus”, bisa ke arah positif maupun negatif. Merupakan kabar gembira apabila peralihan yang terjadi tersebut adalah ke arah positif dan tentu saja merupakan kabar menyedihkan bahkan bisa mengenaskan jika peralihan yang terjadi justru ke arah negatif. Contoh peralihan fungsi kampus yang mengarah positif salah satunya dengan adanya “sales(man/woman)” yang menjajakan dagangannya dengan cara yang berbeda dengan pedagang seperti yang ada di pasar pada umumnya, atau istilah kerennya member of MLM (Multi Level Marketing) dari berbagai macam produk, baik kosmetik maupun aksesoris. Banyak keuntungan yang bisa didapat apabila mahasiswa mengikuti hal tersebut. Menjadi pengusaha mikro salah satunya.

Peralihan fungsi kampus yang bersifat negatif memiliki keberagaman. Salah satunya adalah menjadikan kampus sebagai lahan unjuk kebolehan dalam berbagai hal yang konotasinya lebih mengarah ke jalur negatif. Salah satunya unjuk kebolehan dalam kepemilikan pasangan. Jadi, bukan suatu hal yang aneh apabila kampus merupakan lahan paling subur untuk menyampaikan hasrat gejolak muda mahasiswa ini. Hal ini terjadi hampir diseluruh kampus, tidak terkecuali kampus kami, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Meskipun tergolong universitas negeri bahkan terdapat predikat Islam ditengah namanya, kampus ini tidak terlepas dari fenomena perjodohan tersebut. Tidak pandang semester, dari junior hingga senior, hampir sebagian turut andil peran dalam hal ini.

Karena responden tergolong mahasiswa junior, maka kami hanya akan mengulas yang terjadi ditengah – tengah dan sepenglihatan kami.

Hal tersebut mungkin bukan suatu hal yang asing di telinga kita, karena mungkin bukan hanya di lembaga pendidikan tinggi hal ini terjadi, di tingkat pendidikan menengah (SMP dan SMA) pun sudah banyak dijumpai fenomena semacam ini. Tapi apakah kita hanya akan diam saja melihat putra – putri calon penerus bangsa melalaikan tugasnya.

Berdasarkan hasil pantauan, interview dan data – data yang kami peroleh, fakta perjodohan yang merupakan salah satu dampak dari peralihan kampus yang bersifat negatif tersebut, disebabkan oleh kejenuhan ‘si subjek junior’ dengan kegiatan ma’had (asrama), bahkan merasa terkekangnya ‘si subjek senior’ akan peraturan yang ada. Tapi fenomena tersebut juga terjadi karena adanya kesempatan (kerenggangan) yang ditemukan oleh pelaku.

Solusi yang kami tawarkan untuk permasalahan tersebut antara lain adanya variasi kegiatan di ma’had, peraturan yang dibuat lebih bersifat persuasif dan juga lebih diperketatnya penjagaan di dalam kampus itu sendiri.

Hal ini dilakukan selain untuk menjaga citra kampus dimata masyarakat, juga lebih meminimalisir kemungkinan – kemungkinan buruk (misalnya zina) yang akan terjadi yang akan merusak citra kampus dimata masyarakat.

Karena dalam Al – Qurán juga telah dijelaskan bahwa kita harus menjauhi zina dan mencegah hal – hal yang dapat memancing terjadinya zina.

5. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. (Al – Israa : 5)

Advertisements

One Reply to “Peralihan Fungsi Kampus”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s