TUGAS UTS TTT


NAMA : NIA YUDHA YANTI

NIM : 09620056

KELAS : B

PTERIS

Pteris sp. merupakan paku tanah. Tumbuhan yang termasuk dalam kelompok ini adalah paku-paku yang hidup di tanah, tembok dan tebing terjal. Tumbuhan ini termasuk herba atau berkayu, akarnya merupakan akar serabut.

Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus, jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun.

Menurut etimologi bahasa Yunani Pteris atau pakis, adalah pteron, yang berarti sayap atau bulu, dan mengacu pada bentuk pinnae, memberikan ciri khas daun yang mirip dengan bulu. Tapi kata pteris ini digunakan oleh orang Yunani kuno untuk pakis pada umumnya. Pteris merupakan genus dari sekitar 280 spesies pakis, hidup pada daerah yang hangat dan daerah-daerah tropis dan subtropis di dunia.

Pteris vittata

KLASIFIKASI

Kingdom Plantae
Sub-Kingdom Tracheobionta
Divisi Pteridophyta
Class Pteridopsida
Order Pteridales
Family Pteridaceae
Genus Pteris
Species Pteris sp.

DESKRIPSI MORFOLOGI

AKAR
Akar paku ini adalah serabut yang tidak bercabang atau monopodial. Terletak pada seluruh permukaan rimpang, bentuk akar tipis dan kasar berwarna coklat.

BATANG
Batang Pteris sp. berbentuk bulat beralur secara longitudinal, beruas-ruas panjang dan kaku, permukaan pada batangnya halus tetapi perlu diketahui bahwa batang paku-pakuan tidak selalu halus, tetapi kadang-kadang dihiasi dengan bentukan seperti rambut atau sisik berwarna hitam atau coklat, lapisan lilin dan sisa-sisa tangkai. Pada batangnya tidak di terdapat rambut, ukuran batangnya biasanya sekitar ±40 cm, dan diameternya adalah ±25cm. Ukurang batang pada paku-pakuan sangat bervariasi dari beberapa millimeter (mm) sampai beberapa centimeter (cm), warna batang Pteris sp. hijau kecoklatan. Dan bentuk percabangannya adalah percabangan menyirip.

DAUN
Jenis daun Pteris sp. adalah majemuk menyirip, tepi daunya halus atau tidak bergerigi, tepi daunnya rata. Terdapat ental, pada kelompok paku-pakuan mempunyai bentuk yang khas yang berbeda dengan daun tumbuh-tumbuhan lainya, sehingga biasa disebut ental (frond). Bentuk daunya memanjang, berukuran ±3,5 cm, daun paku-pakuan sangat bervariasi ukurannya dari yang berukuran beberapa milimeter (mm) sampai berukuran centimeter (cm). Daun Pteris sp. tergolong anisofil yaitu daunya terdiri dari dua ukuran yaitu yang satu lebih besar dari yang lainnya.

Gb. peruratan daun
Warna daun pada Pteris sp. adalah hijau tua, peruratan (vernasi) menyirip, ujung-ujungnya bergabung dengan urat lain sehingga memperlihatkan garis yang dekat dengan tepi.
Tekstur daun adalah helaian atau seperti selaput (tekstur daun tumbuhan paku bervariasi seperti selaput atau helaian atau seperti selaput tebal atau kulit). Permukaan daunnya halus atau gundul. Tangkai daun berukuran ±28cm.

Ciri-ciri khusus
Pteris sp. termasuk dimorfisme yaitu, antara sporofil dan tropofil dalam satu individu berbeda bentuk atau ukuranya. Daun tropofil adalah daun yang berfungsi untuk proses fotosintesis sedangkan daun sporofil merupakan penghasil spora.

SISTEM REPRODUKSI

SPORA
Sporofil

Susunan sporofil pada sporofit bervariasi, mulai dari yang tidak berkelompok sampai yang berkelompok. Sporofil yang berkelompok ada yang tersusun antara lain longgar dan tidak longgar

Kumpulan sporangium (sorus) berada pada bagian tepi bawah daun, sorus berwarna coklat dan terletak berjejer
Sporangium merupakan kapsul yang berbentuk kanta dwicembung. Dinding sporangium terdiri satu atau beberapa lapisan sel , kecuali pada bagian tepinya terdapat suatu lapisan sel berdinding tebal yang mengelilingi sebagian kapsul yang dinamakan anulus. Pada bagian ujung lingkaran terdapat satu kumpulan sel yang pipih yang dikenali sebagai stomium. Apabila sporangium masak sel stomium akan pecah dan membebaskan spora yang terdapat didalamnya.
Sporangium pada Pteris sp. berbentuk seperti jantung atau agak bulat atau oval. Indisiumnya berbentuk menyerupai cangkir.

Gb. Spora pada daun
Sorus merupakan satu untaian (nama khasnya spika) seperti yang ditemui pada Ophioglossum, atau berbentuk garis panjang seperti pada genus Pteris atau yang bulat seperti genus Phymatodes. Kedudukan dan susunan sorus amat penting karena ia akan menentukan genus dan spesis paku – pakis.

Indusium adalah suatu lapisan pelindung untuk melindungi sporangium terutama yang masih muda. Ada sorus yang tidak dilindungi oleh indusium yang dikenali sebagai sorus yang telanjang. Sementara yang dilengkapi dengan indusium terdapat dua jenis. Jenis yang pertama dinamakan indusium sejati yang mana lapisan tisunya berupa penutup melengkok terdiri daripada dua ruangan dengan bahagian tengah berhubungan dan mengikatkannya kepada permukaan daun. Manakala lapisan pelindung yang hanya berupa pelebaran dari bahagian tepi daun yang bengkok dinamakan indusium palsu (Vaizatun, 2009).

Reproduksi tumbuhan paku lebih rumit jika dibandingkan dengan tumbuhan berpembuluh lainnya. Proses reproduksi hanya akan terjadi jika cukup kandungan air di lingkungan hidupnya sampai proses reproduksi selesai. Akibatnya tumbuhan paku tidak akan bereproduksi jika kadar air di lingkungannya kurang.
Pteris merupakan pakis homospor yang mempunyai tipe gametofit yaitu tipe jantung, tipe gametofit ini yang paling umum. Protaliumnya berbentuk pipih, alat kelamin (gametangium) terletak pada permukaan ventral (bawah), arkegonium biasanya terletak didekat takik, anteridium umumnya terletak di antara rizoid.
Tidak semua daun pada Pteris memiliki sorus (sori), daun paku yang memiliki sorus merupakan daun fertil yang disebut daun sporofil, jika daun sporofil (daun fertil) diletakkan di atas permukaan kertas polos, maka bentuk spora akan terlihat seperti serbuk bedak berwarna hitam, ciklat, kemerahan, kuning atau hijau tergantung jenis tumbuhan pakunya. Masing-masing spora akan tumbuh menjadi paku dewasa melalui proses yang kompleks, dan daun paku yang tidak memiliki sorus disebut daun steril.

Menurut fungsinya tumbuhan paku ini terbagi menjadi 2 macam yaitu :

    1. Daun tropofil (daun steril) atau tidak terdapat spora. Daun ini banyak mengandung klorofil dan banyak dimanfaatkan hanya untuk proses fotosintesis.
    2. Daun sporofil (daun fertile) yang fungsi utamanya adalah menghasilkan sporangium.

Daun Pteris yang tidak mempunyai spora (steril)

Daun Pteris yang mempunyai spora (fertile)

Biasanya hampir semua sporofil juga berfungsi sebagai organ untuk fotosintesis dan merupakan daun monomorfik, berkumpul atau berdekatan, berukuran 1-20 dm.
Sorus dilindungi oleh indusium palsu yaitu pelindung yang terjadi karena pelipatan tepi daun.
Sorinya tersebar dipermukaan daunnya, sepanjang uratnya dan membentuk barisan yang tidak tertutup. Pada jenis Pteris tertentu sorinya berwarna kuning emas, dan karena hampir seluruh permukaan bawah tertutup oleh sori, maka warnannya menjadi kuning emas. Warna dari sporanya bermacam-macam tergantung jenisnya diantaranya yaitu cokelat, trilete, tetrahedral, rugate dan tuberculate, biasanya dengan tonjolan yang mengarah ke pinggi.
Sporangia intramarginal, sori biasanya saling bersinambungan atau saling melekat satu sama lain kecuali pada segmen pinna atau puncak dan sinus, terdapat paraphyses.

GAMET
Gametofit berukuran sangat kecil hanya setengah inchi dan dapat diamati dengan menggunakan alat pembesar seperti mikroskop. Gametofit memiliki dua set organ reproduksi, antheridium (jantan) dan archegonium (betina). Antheridium berisi sperma sedangkan archegonium berisi sel telur, masing-masing terletak di permukaan gametofitnya. Sperma akan bergerak kearah sel telur jika lingkungan sekitar dalam keadaan lembab.

SIKLUS HIDUP

HOMOSPOR

Spora yang jatuh ditempat sesuai akan tumbuh menjadi badan berbentuk lembaran yang disebut prothalium atau gametofit. Spora layaknya biji pada tanaman tingkat tinggi. Biji yang tumbuh menjadi menjadi tanaman dewasa, sedangkan spora tumbuh menjadi prothalium atau gametofit.
Ketika sperma bertemu dengan sel telur terjadi penggabungan materi genetik dihasilkan sel dengan materi genetik yang lengkap. Sel gabungan ini (zigot) merupakan awal dari pertumbuhan tanaman paku. Zigot ini terletak di dalam dan dilindungi oleh struktur gametofit, selanjutnya akan tumbuh menjadi sporofit atau paku dewasa.
Tumbuhan paku memiliki dua bentuk tubuh yaitu bentuk gametofit (n), dan bentuk sporofit (2n). Reproduksi terjadi dengan cara pergiliran keturunan sporofit dengan keturunan gametofit yang dikenal dengan istilag metagenesis.
Ciri generasi gametofit:
1. Spora yang jatuh di tempat yang lembab akan tumbuh menjadi prothalium.
2. Prothalium merupakan lembaran yang berbentuk hati, pada permukaan bawah terdapat rhizoid, permukaan atas terdapat gamet (antheridia dan archegonia)

KUNCI IDENTIFIKASI MASING-MASING MARGA

Menurut  M. Tagawa dan K. Iwatsuki (1985), kunci identifikasi untuk masing-masing marga dari Pteridaceae ada 3, yaitu:

1. Sporangia di dalam sori linier di sepanjang tepi daun–Pteris
1. Sporangia tidak di dalam sori, tersebar di seluruh permukaan yang lebih rendah
2. Pakis mangrove; pembuluh darah anastomising kopius–Acrrostichum
2. Pakis epifitik; pembuluh darah berbentuk areoles kostal, pembuluh darah lain bebas–Stenochlaena

Acrrostichum sp.

Stenochlaena sp.
MANFAAT
Dari segi keindahan jenis ini cukup berpotensi untuk tanaman hias. Pemeliharaannya pun tidak terlalu sukar. Sebenarnya jenis ini berasal dari Amerika tropis, dan didatangkan untuk tanaman hias. Jenis paku ini pun lebih banyak digunakan sebagai tanaman ground cover apabila ditanam secara bergerombol, karena mempunyai perawakan yang kecil dan pendek.

REFERENSI

A.K. Dalli, G. Saha, U. Chakraborty. 2007. Characterization of Antimicrobial Compounds from a Common Fern, Pteris biaurita. Indian Journal of Experimental Biology Vol. 45, March 2007, pp.285-290

Hao-Bin Hu, Xu-Dong Zheng, Hong Cao. 2006. Xanthone O-Glosides from the Roots of Pteris multifida. Journal of the Chinese Chemical Society, 2006, 53, 459-464

Retno Widhiastuti, T. Alief Aththorick, Wina Dyah Puspita Sari. 2006. Struktur dan Komposisi Tumbuhan Paku-Pakuan di Kawasan Hutan Gunung Sinabung Kabupaten Karo. Jurnal Biologi Sumatera, Vol. B8 No.2, Juli 2006, hlm 38-41. ISSN 190-5537

Tagawa, K. dan Iwatsuki, K. 1985. Flora of Thailand Volume Three Part Two Pterydophytes. Bangkok: Phon Phan Printing Company

Trina E. Tallei, Farha Dapas, Dina Fitriani. 2008. Kajian Beberapa Jenis Tumbuhan Paku sebagai Bioakumulator Arsen. Pasific Journal, Vol 1(3), September 2008, hlm 263-267. ISSN 1907-9672

Xiao-MingWan, Mei Lei, Ze-Chun Huang, Tong-Bin Chen, Ying-Ru Liu. 2010. Sexual Propagation Of Pteris vittata L. Influeced By PH, Calcium, and Temperature. International Journal of Phytoremediation, 12:85-95, 2010. ISSN 1907-9672

Advertisements

One Reply to “TUGAS UTS TTT”

  1. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://satriyabisniss.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s